Tampilkan postingan dengan label tumbuhan paku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tumbuhan paku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juni 2014

Ciri-ciri tumbuhan paku

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku Pakuan

Ciri Ciri Tumbuhan Paku  - Rasanya kok tidak lengkap membahas sesuatu itu jika tidak sampai tuntas, seperti janji saya pada artikel sebelumnya yang mana saya berjanji akan membahas lagi mengenai Tumbuhan Paku Pakuan ini, nah pada Kesempatan kali ini saya Akan mencoba berbagi mengenai Ciri Ciri Tumbuhan Paku yang mana untuk melengkapi artikel sebelumnya yang sudah anda baca tentunya yakni Manfaat Tumbuhan Paku, Seperti yang kita ketahui pada artikel sebelumnya yang mana tumbuhan Paku memiliki spesies yang banyak sekali maka dari itu lagi-lagi kami akan membahas Ciri tumbuhan paku secara umum saja, Untuk yang sedang mencari Informasi ini silahkan saja ikuti artikel ini sampai tuntas.

Ciri Ciri Tumbuhan Paku
Ilustrasi Tumbuhan Paku

Tumbuhan Paku Memiliki Nama Latin Pteridophyta, Jika berbicara mengenai Ciri Ciri Tumbuhan paku ini saya menjadi teringat akan Masa sekolah dulu yang mana kita Pernah di Tungaskan Mencari Tugas sekolah Biologi mengenai Mafaat dan Ciri Tumbuhan Paku ini, Nah untuk lebih jelasnya mari kita langsung baca artikelnya di Bawah ini.

Berikut Ciri-Ciri dari Tumbuhan Paku ini
  1. Hidupnya di segala tempat terutama di tempat-tempat yang lembab di tempat kering dan terbuka, di air
  2. Berbeda dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Oleh karena itu, tumbuhan paku termasuk kormophyta berspora
  3. Baik pada akar, batang, dan daun, secara anatomi sudah memiliki berkas pembuluh angkut, yaitu xilem yang
  4. berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, dan floem yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan
  5. Habitat tumbuhan paku ada yang di darat dan ada pula yang di perairan serta ada yang hidupnya menempe
  6. Pada waktu masih muda, biasanya daun tumbuhan paku menggulung dan bersisik
  7. Tumbuhan paku dalam hidupnya dapat bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan gemmae dan reproduksi seksual dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina
  8. Dalam siklus hidup (metagenesis) terdapat fase sporofit, yaitu tumbuhan paku sendiri
  9. Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya
  10. Memiliki klorofil sehingga cara hidupnya hidupnya fotoautotrof

Ciri-ciri PerkembangbiakanTumbuhan Paku

Ciri-ciri PerkembangbiakanTumbuhan Paku

Alat perkembangbiakan tumbuhan paku yang utama adalah spora. Tumbuhan paku dapat berkembang biak secara aseksual dan seksual. Seperti pada tumbuhan lumut, daur perkembangbiakan tumbuhan paku juga mengalami pergiliran keturunan. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan menggunakan rizom atau pertunasan dan secara seksual terjadi secara pergiliran keturunan antara dua generasi. Pergiliran keturunan pada tumbuhan paku terjadi secara bergantian antara generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofit adalah tumbuhan paku itu sendiri, yaitu tumbuhan paku (sporofit) yang menghasilkan spora. Tumbuhan paku (sporofit) dapat tumbuh dan bertunas melakukan perkembangbiakan secara aseksual. Spora yang dikeluarkan dari sporangium dan jatuh di tempat yang sesuai akan berkembang menjadi protalium.
Protalium adalah gametofit pada tumbuhan paku. Protalium berumur lebih pendek daripada sporofit. Protalium berbentuk seperti jantung, berwarna hijau, dan melekat pada subtratnya dengan rizoid. Protalium akan berkembang menjadi anteridium dan arkegonium. Anteridium menghasilkan sperma, sedangkan arkegonium menghasilkan ovum. Pembuahan hanya berlangsung jika ada air. Peleburan sperma dan ovum menghasilkan zigot. Zigot akan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang diploid. Tumbuhan paku dewasa akan menghasilkan spora. Spora akan tumbuh lagi menjadi protalium dan begitu seterusnya hingga berulang siklus pergiliran keturunan.

Kebanyakan tumbuhan paku (Filicinae) mempunyai spora dengan sifat-sifat yang sama dan setelah berkecambah, menghasilkan protalium yang mempunyai anteridium dan arkegonium. Jenis paku yang menghasilkan spora yang sama besar dan berumah satu disebut dengan paku homospor atau isospor. Akan tetapi, pada tumbuhan paku lainnya, seperti Selaginellales dan Hydropteridales, protaliumnya tidak sama besar dan berumah dua yang disebut dengan paku heterospor. Pemisahan jenis kelamin telah terjadi sejak pembentukan spora, selain berbeda jenis kelamin, ukuran juga berbeda. Ada yang berukuran besar dan mengandung banyak cadangan makanan yang disebut makrospora atau megaspora yang terbentuk dalam makrosporangium. Jika berkecambah, akan tumbuh menjadi protalium yang mengandung arkegonium yang
disebut makroprotalium atau protalium betina. Yang berukuran kecil dinamakan mikrospora yang terbentuk dalam mikrosporangium.
Mikrospora akan tumbuh menjadi protalium yang mengandung anteridium yang disebut mikroprotalium atau protalium jantan. Untuk menambah pengetahuan tentang perkembangbiakan tumbuhan paku, marilah kita perhatikan skema pergiliran keturunan paku homospor (kiri) dan paku heterospor (kanan) berikut ini.
Ciri-ciri Perkembangbiakan Tumbuhan Paku