Tampilkan postingan dengan label Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juni 2014

Alat perkembangbiakan burung

Semua jenis burung termasuk hewan ovipar, artinya berkembang biak dengan cara bertelur. Burung betina menghasilkan sel telur yang dibuahi di dalam tubuhnya. Selanjutnya, zigot berkembang di luar tubuh induk menjadi hewan baru.
Alat-alat perkembangbiakan pada burung letaknya berdekatan dengan alat-alat ekskresi. Karena proses pembuahannya terjadi di dalam tubuh maka burung jantan memiliki slst khusus untuk memasukkan sperma kedalam tubuh hewan betina. Alat tersebut berupa tonjolan kloaka.

Alat-alat perkembangbiakan pada burung jantan terdiri atas sepasang testis, vas deferens, dan kloaka. Sperma dihasilkan di dalam testis yang dihubungkan dengan kloaka oleh vas deferens (saluran sperma). Letak saluran sperma berimpit dengan saluran dari kantong kemih. Kloaka merupakan muara dari saluran sperma, saluran dari kantong kemih, dan saluran dari pencernaan.

Alat perkembangbiakan pada burung betina terdiri atas sebuah ovarium, saluran telur dan kloaka. Sebenarnya burung memiliki sepasang ovarium (kanan dan kiri), namun saluran telur ovarium kanan tidak berkembang. Oleh karena itu, hanya sebuah ovarium yang berkembang dan bisa menghasilkan sel telur. Sel telur dilengkapi dengan kuning telur sebagai cadangan makanan untuk embrio sehingga ukurannya menjadi besar.

Sel telur burung dibungkus oleh cangkang telur yang mengandung zat kapur. Cangkang telur itu memiliki banyak pori yang memungkinkan masuknya udara ke dalam telur. Di sebelah dalam cangkang terdapat membram cangkang yang berbentuk rongga udara. Membram cangkang mengandung banyak pembuluh darah sebagai tempat terjadinya pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida untuk pernapasan embrio.

Reproduksi pada burung

Reproduksi pada burung berlangsung secara kawin dan proses pembuahannya berlangsung di dalam tubuh.

1. Alat reproduksi burung jantan
- sepasang testis yang berfungsi sebagai penghasil sperma
- sepasang vas deferens yang berfungsi sebagai saluran pengeluaran sperma dari testis
- kloaka sebagai muara tempat keluarnya sperma dari testis

2. Alat reproduksi burung betina
- ovarium kiri sebagai penghasil sel telur, sedangkan ovarium kanan mengalami degenerasi sehingga tidak berkembang dan tidak dapat menghasilkan sel telur
- oviduk sebagai tempat terjadinya fertilisasi dan tempat pengeluaran sel telur dari ovarium
- kloaka sebagai muara tempat keluarnya telur

3. Proses perkembangbiakan burung
Jika memasuki masa perkembangbiakan, ada berbagai macam perilaku yang khas pada beberapa jenis burung untuk memikat lawan jenisnya. Pada burung merah misalnya, dengan menggerak-gerakkan bulunya, burung lain ada yang berkicau, ada pula burung yang menggerak-gerakkan tubuhnya.
Perkawinan pada bangsa burung terjadi dengan saling menempelkan kloaka. Sperma keluar dari kloaka burung jantan dan masuk ke kloaka burung betina. Melalui oviduk, sperma berenang menuju ke sel telur. Jika terjadi pembuahan di dalam oviduk, maka terbentuklah zigot. Zigot kemudian bergerak menuju ke kloaka melalui oviduk. Selama dalam perjalanan, dalam oviduk mula-mula zigot diselubungi albumen untuk kemudian diselubungi cangkang dari zat kapur untuk melindunginya.

Telur secara umum terdiri dari bagian-bagian berikut:
a. cangkang telur, merupakan bagian telur yang tersusun dari zat kapur dan berpori untuk jalan keluar masuknya udara
b. membran luar, sebagai pembatas antara cangkang telur dan bagian-bagian lain
c. membran dalam, sebagai pengatur difusi O2 dan CO2 dari dan ke dalam telur. Antara membran luar dan membran dalam pada salah satu ujung telur tidak menempel sehingga membentuk rongga udara
d. albumen (putih telur), sebagai cadangan makanan dan persediaan air
e. rongga udara, sebagai tempat menampung udara pernapasan embrio
f. kalaza (tali kuning telur), berfungsi menahan agar kuning telur tetap pada tempatnya dan embrio di atas kuning telur
g. kuning telur, sebagai tempat menempelnya embrio dan sebagai cadangan makanan
h. zigot, merupakan calon individu baru.